Tulisan ini sebagai tanggapan atas beberapa pertanyaan tentang pengayaan kompos dengan mikroba. Semoga bermanfaat.
Link terkait: Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pupuk Kimia
Pupuk organik (contohnya kompos) dan pupuk hayati (mikroba) sebenarnya adalah dua jenis pupuk yang berbeda. Pupuk organik mengandung unsur hara lengkap untuk tanaman, meskipun konsentrasinya rendah. Tetapi pupuk organik memiliki kandungan lain yang tidak ada di dalam pupuk kimia atau pupuk mikroba, yaitu senyawa-senyawa organik yang sangat berguna bagi tanaman maupun biota tanah. Contohnya adalah asam humik dan asal fulvat. Kedua asam ini diketahui berperan seperti hormon yang dapat merangsang perakaran dan pertumbuhan tanaman.
Pupuk hayati (mikroba) tidak menyediakan hara bagi tanaman. Jadi tidak memiliki kandungan N, P, atau K. Di alam mikroba-mikroba ini memiliki peranan yang sangat penting bagi tanaman. Hampir seluruh proses penyerapan hara oleh tanaman dibantu oleh mikroba. Ibaratnya mikroba ‘menyuapi’ tanaman. Ada mikroba yang berperan dalam menambat N dari udara, contohnya Azosprillium sp, Azotobacter sp, Rhizobium sp (pada kacang-kacangan), dll. Udara mengandung kurang lebih 74% N, tetapi tanaman tidak bisa menyerap (“memakan”) hara N ini. N udara harus ditambat oleh mikroba, baru bisa ‘dimakan’ oleh tanaman. Ada juga mikroba yang berperan dalam pelarutan hara P, contohnya Aspergillus sp dan Penicillium sp. P di dalam tanah berada dalam ikatan dengan mineral dan liat tanah. P ini sulit untuk diserap oleh akar tanaman. Agar mudah diserap oleh tanaman P ini harus dilarutkan oleh mikroba menjadi ion fosfat. Kalau dilihat di bawah mikroskop akar tanaman akan dipenuhi oleh mikroba. Masih ada mikroba-mikroba lain yang memberi perlindungan untuk tanaman, ada juga yang memberi ‘vitamin’ untuk tanaman.
Kalau makanan tanaman adalah unsur hara, maka makanan untuk mikroba adalah bahan organik. Sebagian bahan organik ini diberikan oleh tanaman, tetapi sebagian besar adalah bahan organik yang di dalam tanah. Kalau di dalam tanah bahan organiknya rendah, kehidupan mikroba tanah juga akan ‘merana’. Di tanah-tanah yang kandungan bahan organiknya tinggi, maka aktivitas mikroba tanahnya juga tinggi. Demikian pula di tanah-tanah yang kandungan bahan organiknya rendah, aktivitasnya juga akan sangat rendah. Hanya mikroba-mikroba yang ‘ulet’ saja yang masih bisa hidup.
Memperkaya pupuk organik (kompos) dengan mikroba sebenarnya adalah menggabungkan antara pupuk organik dengan pupuk hayati. Pupuk organik diberikan untuk tanaman, menyediakan hara dan ‘vitamin’ bagi tanaman, sekaligus menyediakan ‘makanan’ untuk mikroba. Mikroba-mikroba yang ada di dalam pupuk hayati akan lebih hidup ’sejahtera’ karena banyak makanan untuknya. Mikroba akan bekerja lebih giat dan berkembang biak lebih cepat. Pupuk organik dan pupuk hayati dapat bekerja sinergis untuk menyuburkan tanaman.

















September 17, 2008 at 7:12 am
bagaimana memperbaiki sifat fisik tanah yang dominan lempung dan mudah erosi, sehingga mikrobia tanah yang potensial bisa hidup dan berkembang. Mohon jawaban ditinjau dari aspek tanah, pengelolaan/ pemanfaatan lahan. Trims.
September 18, 2008 at 12:56 am
Pertanyaan anda agak sulit dijawb secara singkat.
Tetapi berdasarkan pengalaman saya, tanah tersebut memiliki kandungan bahan organik rendah. Salah satu caranya agar mikroba lebih banyak hidup di tanah seperti itu adalah dengan menambahkan bahan organik tanah yang lebih banyak. Semakin tinggi kandungan bahan organik tanah, aktivitas mikrobanya juga semakin tinggi.
isroi
September 27, 2008 at 5:35 am
[...] Link terkait: Penjelasan tambahan tentang mikroba untuk memperkaya kompos [...]
December 25, 2008 at 2:11 pm
[...] biofertilizer import dalam bentuk cair. Link terkait: Penjelasan tambahan tentang mikroba untuk memperkaya kompos Nama keren pupuk hayati adalah biofertilizer. Ada yang juga menyebutnya pupuk bio. Apapun namanya [...]
January 25, 2009 at 3:21 pm
malam mas,saya mau bertanya neh.saya sedng mengomposkan taik sapi secara aerob dan anaerob, saya mau memperkaya derngan menambah rock phospat. apakah biza mas, ko boleh bertanya dosisnya berapa mas????????
April 7, 2009 at 3:04 am
[...] Contoh biofertilizer import dalam bentuk cair. Link terkait: Penjelasan tambahan tentang mikroba untuk memperkaya kompos [...]
August 26, 2009 at 2:12 pm
Mas Isroi,mau nanya neh,untuk membuatPGPR dari bahan alami itu gimana caranya?Untuk proses pembuatan pupuk organik dari urine kelinci,mnatur nuwun sblm and sesudahnya.
August 26, 2009 at 5:42 pm
Setahu saya pupuk cair yang dijadikan pupuk organik cair difermentasi dulu dengan beberapa bahan. Ada yang menambahkan ekstrak tanaman, ada yang menambahkan rumen, dan lain-lain. Tetapi terus terang ini bukan bidang saya, karena mungkin bukan mikroba PGPR. Semoga bermanfaat.
October 7, 2009 at 1:40 pm
ayolah kasih keterangan yang jelas..keterangan anda menurut ku kurang jelas…bagi anak sd seperti adik saya,dy kurang memahami untuk penjelasan yang anda kasih..trimakasih..maaf ini cuman kritik
October 7, 2009 at 11:03 pm
Silahkan baca posting yang lain agar paham.
November 1, 2009 at 1:17 pm
Penjelasan tentang pupuk organik dan hayati saya sangat mudeng dan masuk akal.mudah-mudahan dengan berbekal situs bapak saya lama-lama keluar saja dari pekerjaan sekarang ini(kuli peternakan).lha wong ternyata wira usaha pertanian dan peternakan sangat sinergis,dari padi menghasilkan gabah dan jerami,jerami diolah menjadi kompos masuk ke padi lagi.tentang ternak(sapi) jelas menghasilkan pedet dan kotoran dan jika di olah dengan promi menjadi kompos masuk ke sawah untuk padi.jadilah padi organik(beras).