Akhirnya Buku Kompos Terbit Juga

Buku KomposBeberapa tahun yang lalu aku pernah membuat sebuah tulisan tantang kompos untuk sebuah pelatihan. Tulisan ini cukup banyak yang mendownloadnya. Beberapa waktu kemudian tulisan ini juga dipakai untuk sebuah kegiatan di Deptan. Materi bertambah sedikit. Cukup lama naskah ini tersimpan di balik blog ini. Akhirnya beberapa bulan yang lalu ada teman yang menawarkan untuk menjadikannya buku. Aku coba bongkar-bongkar lagi naskahku. Aku lengkapi di beberapa bagian dan ditambahkan dengan beberapa informasi baru. Akhirnya jadilah buku ini. Terima kasih Penerbit Andi.

Info buku Klik di sini.
Buku Kompos Isroi

Inovasi Tiada Henti


Ini bukan slogan dan promosinya Suzuki lho….. Belum ketemu kata yang sepadan dengan itu, ya…sementara pakai itu dulu lah…


Saya sudah menemukan beberapa produk hasil penelitian, salah satu yang cukup sukses dipasaran adalah Promi. Umur Promi masih balita (belum ada lima tahun) sejak lahir beberapa tahun lalu. Meskipun begitu, bukan berarti inovasi untuk Promi selesai.

Promi lahir dari sebuah perjalanan penelitian yang cukup panjang. Beberapa tahun sebelumnya Pak Darmono sudah lama meneliti tentang Trichoderma. Saya sejak awal meneliti tentang mikroba pelarut fosfat, dan Pak Agus yang berpengalaman di bidang perpenyakitan. Memang sudah jodohnya, hasil-hasil penelitian itu bertemu. Ibarat asam di gunung dan garam di laut, bertemu di muara juga.
Read the rest of this entry »

Pengomposan Limbah Kopi dan Kakao

Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Pupuk Organik In Situ untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia dan Subsidi Pupuk

jerami dari sisa panen padijerami dari sisa panen padi


Makalah disampaikan pada diskusi dengan Sekretaris Menteri Pertanian, Dr. Abdul Munif, di Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta, Kamis, 7 Mei 2009


Download file doc makalah ini: Klik di sini

Baca juga Kompos Jerami: Mudah, Murah, & Cepat | Video Cara Pembuatan Kompos Jerami | Download Buku Budidaya Padi Sehat | Nilai hara kompos jerami


Pendahuluan

Permasalahan pupuk hampir selalu muncul setiap tahun di negeri ini. Permasalahan tersebut antara lain adalah kelangkaan pupuk di musim tanam, harga pupuk yang cenderung meningkat, beredarnya pupuk palsu, dan beban subsidi pemerintah yang semakin meningkat. Beberapa upaya dan program telah digulirkan oleh pemerintah melalui Departemen Pertanian RI. Sebagai contoh, subsidi pupuk kimia untuk petani, namun implementasi di lapangan masih banyak penyelewengan yang merugikan petani dan pemerintah.

Alternatif pupuk kimia adalah pupuk organik. Petani di dorong untuk menggunakan pupuk organik sebagai penganti/alternatif pupuk kimia. Baru-baru ini Deptan juga mengeluarkan kebijakan untuk memberikan subsidi pupuk organik. Penyediaan pupuk organik diserahkan kepada BUMN atau perusahaan pupuk besar dengan mekanisme penyediaan yang mirip dengan pupuk kimia. Dikawatirkan masalah yang terjadi pada pupuk kimia akan terulang pada penyediaan pupuk organik granul ini apabila masih melibatkan perusahaan-perusahaan pupuk kimia. Beberapa tahun sebelumnya pemerintah juga pernah mengeluarkan program GO ORGANIK 2010, tetapi gaung program ini seperti kurang terdengar.

Penggunaan pupuk kimia secara intensif oleh petani selama beberapa dekade ini menyebabkan petani sangat tergantung pada pupuk kimia. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia juga menyebabkan kesuburan tanah dan kandungan bahan organik tanah menurun. Petani melupakan salah satu sumber daya yang dapat mempertahankan kesuburan dan bahan organik tanah, yaitu: JERAMI. Pemanfaatkan jerami sisa panen padi untuk kompos secara bertahap dapat mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas padi.

Diperkirakan kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. Kompos harus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula

Read the rest of this entry »

Analisa Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit

Parameter Satuan Kandunga SK Mentan Feb 06
C-organik % 25-30 >12
N % 1,0-1,5 ND
Rasio C/N % 18-22 10-25
Kadar air % 20 13-20
pH % 6-7 4-8
P2O5 total % 0,65 <5
K2O total % 3,9 <5
Zn % 0,0087 Maks 0,500
Cu % 0,0046 Maks 0,500
Mn % 0,0115 Maks 0,500
B % 0,0084 Maks 0,250
Fe % 0,357 Maks 0,400
Trichoderma harzianum cfu 10E6 ND
Mikroba Pelarut P cfu 10E6 ND

Trend Pupuk Organik Granul

buku pupuk organikPupuk Organik Granul (POG) naik daun beberapa waktu ini. Kebijakan Pak Anton, Menteri Pertanian, untuk mengalihkan sebagian subsidi pupuk kimia ke pupuk organik banyak mendorong munculnya UKM-UKM POG. Kecenderungan ini tentu saja sangat mengembirakan agar dunia pertanian kita semakin bergairah.

Saya melihat mulai tumbuh pula beberapa variasi dari POG ini, salah satunya adalah kombinasi antara pupuk kimia dan pupuk organik atau ada yang menyebutnya pupuk NPK Organik. Perkembangan yang bagus, karena sebenarnya baik pupuk kimia atau pupuk organik memiliki kelebihannya masing-masing. Mungkin perlu kajian akademis yang lebih mendalam, khususnya di lembaga-lembaga riset atau perguruan tinggi untuk pupuk jenis ini. Agar ada informasi akademis dan untuk menghindari dampak negatif yang bisa ditimbulkan kelak.
Read the rest of this entry »

Presentasi Tentang Pengomposan Sampah Organik

Saya sempat diminta untuk presentasi tentang pengolahan sampah untuk kompos. Sudah lama sekali dan waktu itu saya belum punya banyak pengalaman. Tetapi ada yang menarik dari presentasi yang saya buat ini, yaitu: ada video sampah dan kompos. Semoga bermanfaat.

Download

Suksesi Mikroba dalam Proses Pengomposan

Proses pengomposan sebenarnya kerja dari banyak organisme, termasuk mikroba. Kalau diamati secara seksama terjadi semacam suksesi mikroba. Suksesi ini bisa diamati secara khasat mata. Namun, proses yang terjadi sebenarnya lebih seru dan lebih rumit. Saya membuat video sederhana yang mengambarkan terjadinya suksesi mikroba pada proses pengomposan kelapa sawit.

Download

mikroba_dekomposer
Mikroba-mikroba yang sedang aktif mendekomposisi bahan organik. Bakteri sedikit terlihat karena tertutup oleh matrik gel, sedangkan miselia jamur tampak jelas terlihat.

Pemanfaatan TKKS untuk Kompos/Pupuk Organik di Kebun Sawit

kompos_tkks_14Langka dan mahalnya harga pupuk tidak hanya menjadi masalah bagi petani, tetapi juga bagi perkebunan-perkebunan besar, seperti perkebunan sawit. Harga pupuk non subsidi saat ini sangat tinggi di atas Rp. 10.000/kg. Kondisi ini mendorong perkebunan untuk mencari pupuk alternatif, karena ‘nyawa’ perkebunan sawit ada di pupuk. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan TKKS (tandan kosong kelapa sawit) untuk pupuk organik/kompos. Pembuatan kompos tkks sangat mudah, murah, dan dapat untuk subtitusi pupuk kimia.

1. TKKS Cacah
2. TKKS Utuh
3. Masalah Biaya

Read the rest of this entry »

Presentasi Pupuk Organik

Saya diminta membantu membuat makalah tentang pupuk organik yang disampaikan dalam sebuah seminar di Surabaya. Saya publikasikan presentasi ini. Silahkan dilihat dilink di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Presentasi Pupuk Organik
http://docs.google.com/Present?docid=dcdt363g_159csjk5pfk&hl=en

isroi