Menyimpan Kultur Fungi

Saya memiliki banyak koleksi jamur/fungi. Fungi/jamur ini saya isolasi dari lapang dan sebagian besar belum sempat diteliti potensinya. Oleh karena itu saya harus menyimpan koleksi ini agar tidak rusak. Cara penyimpanan yang saya gunakan sangat simpel sekali dan selama ini dapat mempertahankan koleksi dalam waktu beberapa tahun.
Read the rest of this entry »

Sejarah Singkat Penyebaran Kelapa Sawit ke Indonesia

Tanaman kelapa sawit adalah sumber utama minyak nabati sesudah kelapa di Indonesia. Tanaman ini dikenal di dunia barat setelah orang Portugis berlayar ke Afrika tahun 1466. Dalam perjalanan ke Pantai Gading (Ghana), penduduk setempat terlihat menggunakan kelapa sawit untuk memasak maupun untuk bahan kecantikan. Pada tahun 1970 untuk yang pertama kali dikapalkan sejumlah biji kelapa sawit ke Inggris dan memasuki daratan benua Eropa tahun 1844. Beberapa tahun kemudian Eropa mengimport inti sawit.
Read the rest of this entry »

Pestisida Nabati untuk Plutella maskulipenis SP

Resep:

  1. Buah mengkudu matang
  2. Daun Nangka
  3. Tembakau
  4. Sedikit Sabun

Cara Pembuatan:

  1. Semua bahan dihancurkan/ditumbuk
  2. Dilarutkan dengan air secukupnya
  3. Disaring
  4. Resep siap dipakai

Pestisida ini bisa digunakan untuk menyemprot tanaman sawi, bayam, dan kangkung.

(Disarikan dari artikel di Sinar Tani No. 3203 Tahun XXXVII, edisi 30 mei – 5 juni 2007 , hal 21, rubrik Suara Penyuluh)

Contoh Pembuatan Pestisida Nabati


Baca ini dulu: Pestisida Nabati | Daftar Tanaman untuk Pestisida Nabati | Pestisida Hayati


Ada dua cara mudah untuk membuat pestisida nabati, yaitu:

  • Perendaman untuk menghasilkan produk ekstrak
  • Penumbukan, pembakaran, pengerusan, dan pengepresan untuk menghasilkan produk berupa pasta atau tepung

Berikut ini beberapa contoh pembuatan pestisida ala H. Zaka.

Ekstrak Nimba

OPT sasaran: wereng batang coklat, penggerek batang, dan nematode

Read the rest of this entry »

Bauveria bassiana sebagai Insetisida Hayati

Kembali pada filosofi makan memakan dan siapa makan siapa. Tanaman bisa sakit karena diserang (‘dimakan’) oleh hama atau penyakit. Ternyata hukum makan memakan ini berlaku juga untuk hama. Hama pun bisa juga kena ‘peyakit’, dengan kata lain ada yang ‘memakan’-nya. Nah…kita bisa memanfaatkan ‘hukum alam’ ini. Kita bisa melawan hama dengan memanfaatkan musuh alaminya.

Salah satu musuh alami hama/insek yang sudah banyak dikenal adalah Bauveria bassiana dari kelompok jamur. Ternyata seragga bisa ‘jamuren’ juga ya…..kaya manusia yang kena panu ^_^. Tetapi jamur ini mamatikan bagi serangga.

Jamur Bauveria bassiana cukup mudah dibiakkan. Saya katakana cukup mudah, karena mungkin agak sedikit sulit untuk sebagian orang. Caranya mirip dengan membuat tempe, tetapi jamur yang digunakan adalah Bauveria bassiana dan medianya jagung/beras. Teknik ini bisa diajarkan dan bisa dilatih. Jadi perlu orang yang terlatih untuk mengerjakan kegiatan ini.

Ok…langsung aja pada pembiakkan Bauveria bassiana.


Baca juga: pestisida nabati

Read the rest of this entry »

Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati



Ini adalah sebagian ilmu yang aku peroleh dari Pak Haji Zaka untuk budidaya padi organik/semi organik. Semoga bermanfaat.


Link terkait:Daftar Tanaman untuk Pestisda Nabati | Pengendalian HPT dengan Pestisda Nabati | Kompos Jerami | Contoh Pembuatan Pestisida Nabati | Pestisida Nabati untuk Wereng

Dampak Negatif dari Penggunaan Pestisida Kimia

Petani selama ini tergantung pada penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Selain yang harganya mahal, pestisida kimia juga banyak memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia antara lain adalah:

  1. Hama menjadi kebal (resisten)
  2. Peledakan hama baru (resurjensi)
  3. Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen
  4. Terbunuhnya musuh alami
  5. Pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia
  6. Kecelakaan bagi pengguna

Kira-kira sudah berapa lama petani menggunakan pestisida kimia ini? Jadi bisa dibayangkan sendiri akibatnya bagi tanah pertanian di Indonesia. Aku pernah melihat sendiri bagaimana petani awam menggunakan pestisida kimia ini. Sungguh sangat berlebihan. Ketika aku tanyakan padanya mengapa dia menggunakannya dengan dosis sangat tinggi, jawabnya:”kalau tidak banyak ngak manjur”. Nah..lho…!!!!

Read the rest of this entry »

Pestisida Nabati

Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai pestisida habati.


Link terkait: Pengendalian HPT dengan Pestisda Nabati

Biji Bengkuang

Read the rest of this entry »

Teknologi Selulosic Etanol

Secara umum teknologi selulosik etanol dapat dibagi menjadi dua kelompok utama: biokimia dan termokimia. Ada beberapa variasi teknologi dalam setiap kelompok tersebut. Teknologi biokimia juga dikenal dengan sugar platform, sedangkan teknologi biokimia disebut juga thermochemical platform. Perhatikan gambar di bawah ini:

    

Gambar 1. Teknologi biokimia (platform gula) dan konversi termokimia (platform termokimia) untuk pengolahan biomassa lignoselulosa menjadi biofuel (Sumber: http://www1.eere.energy.gov/biomass/ )

Read the rest of this entry »

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1

Sampah menjadi masalah di mana saja, di kota mana saja, di kota atau di desa, dan siapa saja. Sampah menurut saya adalah hal yang sewajarnya dan semestinya. Selalu ada sampah. Ibaratnya, orang makan. Tidak semua yang kita makan akan habis. Selalu ada sisa dan ada yang dibuang. B A B kita adalah sampah kita. Kentut (maaf) kita adalah sampah kita. Nafas kita adalah sampah kita. Keringat kita adalah sampah kita. Kalau kita mati, tubuh kita pun jadi ’sampah’. Binatang lain atau organisme lain juga memiliki perilaku yang mirip, selalu ‘buang sampah’. Bangakai binatang menjadi ’sampah’ juga. Mirip manusia. Kalau diperhatikan, mesin pun juga buang sampah. Motor dan mobil buang asap, itulah sampahnya. Pabrik juga buang sampah, tetapi kita menenyebutnya ‘limbah’. Intinya sama saja: sampah.


Link terkait: Mengelola Sampah Warga

Read the rest of this entry »

Mengelola Sampah Rumah Tangga di Perkampungan/Perkotaan

Buku KomposMasalah sampah adalah masalah semua orang, termasuk di kota Bogor. Warga seringkali membuang sampah sembarangan yang menyebabkan penyumbatan aliran sungai dan akhirnya dapat menyebabkan banjir. Kondisi ini mendorong Pak Djajat, anggota Dewan kota Bogor, untuk mengelola sampah warga di RW setempat. Kira-kira pertengahan tahun 2007, Pak Djajat dan Pak Wawan datang ke laboratorium saya untuk berdiskusi tentang pengelolaan sampah warga. Selain datang ke tempat saya, Pak Djajat juga datang ke beberapa orang untuk belajar mengelola sampah warga. Mengelola sampah sebenarnya tidak terlalu sulit, yang lebih sulit adalah memberikan pemahaman kepada warga untuk mengelola sampah dan istigomah menjalankan program ini.


Baca juga: Mengelola Sampah Rumah | Mengelola Sampah Pasar


Pak Wawan (kiri) ketua pengelola sampah warga sekaligus Pak RW dan Pak Djajat (kanan).

Read the rest of this entry »