Mikroba yang dapat menaikkan pH tanah

Beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blog yang menanyakan tentang mikroba yang dapat menaikkan pH tanah. Saya jawab belum tahu, karena waktu itu memang saya belum mendapatkan informasi tentang hal ini.

Masalah pH tanah memang masalah yang sangat krusial. Tanah pertanian di Indonesia, khususnya di P. Jawa, umumnya bereaksi masam. Jaman dulu ada yang disebut dengan tanah podsolik, terus diubah klasifikasinya menjadi tanah ultisol, sekarang tidak tahu klasifikasi terbaru. Tetapi yang jelas tanah-tanah ini memiliki pH yang rendah. Pernah saya mengukur pH tanah, ada tanah yang pH-nya 3.
Read the rest of this entry »

Video Pembuatan Granul dengan Pan Granulator

Saya mencoba mengabadikan proses pembuatan pupuk organik granul dengan pan granulator. Video ini dibuat dengan kamera seadanya dan pencahayaan seadanya. Jadi gambarnya kurang begitu jelas. Meskipun begitu, saya harap video ini masih bermanfaat untuk mengetahui cara membuat pupuk organik granul.


Baca ini juga: Membuat Pupuk Granul | Membuat Pupuk Organik Sendiri

campurbahan
Bahan-bahan dicampur menjadi satu sebelum dimasukkan ke dalam pan granulator.


Bahan-bahan tersebut dimasukkan secara manual ke dalam pan granulator. Bisa saja dibuat konveyor untuk memasukkan bahan-bahan ini.
Orang yang di sebelah kiri adalah Pak Asep, yang membuat pan granulator ini.
Read the rest of this entry »

‘Mahluk Halus’ di Akar Tanaman

Jangan pernah menyangka kalau di bawah tanah adalah dunia yang sepi, khususnya di daerah akar tanaman. Sesungguhnya wilayah ini adalah wilayah yang sangat ramai, sibuk, dan hirup pikuk. Kalau kita cabut akar tanaman, lalu kita bersihkan sisa-sisa tanahnya, maka di akar itu ada milyaran ‘mahluk-mahluk halus’ yang sedang sibuk bekerja.


Gambar-gambar di artikel ini diambil dari buku The Rhizosphere (J.M. Lynch, 1990) dan Soil Microbiology and Biochemistry (Paul and Clark, 1989). Dua buku yang menggugah minat saya tentang mikrobiologi tanah

akar_jagung
Mahluk-mahluk super kecil yang berkerumun di permukaan akar jagung. Foto ini diambil dengan pembesaran di atas 30.000x.
Read the rest of this entry »

Rhizobium Sahabat Kacang-kacangan

scan0001bDunia ini sungguh luar biasa menajubkan. Ternyata ada tanaman yang bersahabat kental dengan mikroba. Mereka hidup rukun saling berbagi dan saling membantu. Bahkan mereka sangat setia kawan. Mereka adalah kacang-kacangan yang bersahabat dengan Rhizobium.


Baca juga: Pupuk Kimia, Pupuk Organik, dan Pupuk Hayati

Tanaman kacang-kacangan atau legum adalah tanaman yang unik. Contoh tanaman kacang-kacangan adalah kacang tanah, kedelai, Mucuna, kacang merah, kacang koro, dan lain-lain. Cobalah Anda cabut akarnya, bersihkan tanah-tanahnya, coba amati baik-baik akarnya. Biasanya ada bintil-bintil kecil di akar-akar tersebut. Kalau anda coba pecah bintil akar tersebut biasanya berwarna merah.
Read the rest of this entry »

Presentasi Tentang Pupuk Organik Perkebunan

Saya membuat slide presentasi tentang pupuk organik perkebunan. Silahkan dilihat dengan cara mengklik link di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Presentasi Pupuk Organik

Mengolah Sampah Skala Rumah Tangga

Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu dari pengunjung blog ini.
Dari bung Emmanuel Erwin Her Purwanto (emmanuel.erwin@gmail.com). Berikut

Maaf baru kali ini. info soal mini komposter sederhana saja. Prinsip dasarnya sbg berikut :

1. ambil ember / galon bekas cat tembok ukuran 20 liter.
2. bagian dasarnya dilobangi beberapa lobang ukuran 0,5 cm.
3. masukkan bahan kompos beberapa kali sampai penuh.
4. bikin pipa udara dari paralon ukuran 3/4 in dilobangi kirikanan sepanjang ember / galon.
5. Terakhir tusukkan pipa paralon kekompos tersebut, dan ember ditutup.

Kompos tidak perlu diaduk aduk, sampai kompos matang, waktunya tergantung bahan komposnya. Sekitar 5 – 10 hari. Jangan lupa setiap memasukkan bahan kompos sudah disemprot aktivator / EM4. Bila Kompos masih bau artinya pemberian/ penyemprotan aktivator tidak rata atau kurang.

Sederhana kan. Semoga informasi ini bermanfaat. Salam sejahtera.

Memproduksi Mikroba dengan Fermentor Sederhana

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang fermentor sederhana. Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan tentang penggunaan dari fermentor tersebut. Fermentor ini lebih cocok untuk memperbanyak bakteri, oleh karena itu di dalam tulisan ini saya mengambil contoh bakteri.
Memproduksi bakteri melalui beberapa tahapan umum, yaitu:

a. Peremajaan kultur stok.
b. Membuat starter.
c. Membuat inokulan.
d. Perbanyakan dalam fermentor.

bagan fermentor sederhana
Read the rest of this entry »

Fermentor Sederhana untuk Produksi Mikroba


Baca juga: Memproduksi Mikroba dengan Fermentor Sederhana


Produk-produk berbasis mikroba seperti biofertilizer, biokontrol, biopestisida, biodekomposer, ataupun produk biomassa mikroba memerlukan fermentor untuk memproduksinya. Fermentor untuk memproduksi mikroba ini tidak harus berteknologi tinggi. Fermentor dapat dibuat dengan peralatan sederhana, namun fungsional. Bahkan bisa dibuat sendiri dengan biaya yang terjangkau.

Read the rest of this entry »

Mengelola Sampah Rumah Tangga di Perkampungan/Perkotaan

Buku KomposMasalah sampah adalah masalah semua orang, termasuk di kota Bogor. Warga seringkali membuang sampah sembarangan yang menyebabkan penyumbatan aliran sungai dan akhirnya dapat menyebabkan banjir. Kondisi ini mendorong Pak Djajat, anggota Dewan kota Bogor, untuk mengelola sampah warga di RW setempat. Kira-kira pertengahan tahun 2007, Pak Djajat dan Pak Wawan datang ke laboratorium saya untuk berdiskusi tentang pengelolaan sampah warga. Selain datang ke tempat saya, Pak Djajat juga datang ke beberapa orang untuk belajar mengelola sampah warga. Mengelola sampah sebenarnya tidak terlalu sulit, yang lebih sulit adalah memberikan pemahaman kepada warga untuk mengelola sampah dan istigomah menjalankan program ini.


Baca juga: Mengelola Sampah Rumah | Mengelola Sampah Pasar


Pak Wawan (kiri) ketua pengelola sampah warga sekaligus Pak RW dan Pak Djajat (kanan).

Read the rest of this entry »

Fasilitas Terbatas, Dana Terbatas, Bukan Berarti Tidak Meneliti

lab apa gudangTempatku bekerja adalah institusi warisan kolonial belanda. Perusahaan perkebunan belanda jaman dulu membangun sebuah lembaga penelitian untuk membantu pengembangan komodistas perkebunan di daerah jajahan hindia belanda. Kata sohibul hikayat, lembaga ini sangat disegani dan berhasil mengembangkan perkebunan di daerah jajahan. Singkat cerita, ketika Bangsa Indonesia merdeka, semua milik belanda dinasionalisasikan. Termasuk perusahaan perkebunan dan institusi di bawahnya.
Read the rest of this entry »