Distilasi Etanol

Secara sederhana distilasi adalah proses pemisahan bahan cairan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi etanol berarti memisahkan etanol dengan air.

Air mendidih pada suhu 100oC. Pada suhu ini air yg berada pada bentuk/fase cair akan berubah menjadi uap/fase gas. Meskipun kita panaskan terus suhu tidak akan naik (asal tekanan sama). Air akan terus berubah jadi uap dan lama kelamaan habis. Etanol mendidih pada suhu 79oC. Seperti halnya air, etanol berubah dari cair menjadi uap. Ada perbrdaan suhu cukup besar dan ini dijadikan dasar untuk memisahkan etanol dari air.
Read the rest of this entry »

Bioetanol dan Pupuk Organik Cair

Limbah Bioetanol

Tahun yang lalu ketika ‘booming’ bioetanol, banyak orang yang berlomba-lomba memproduksinya. Pelatihan-pelatihan bioetanol diadakan di mana-mana dan hampir selalu penuh pesertanya, meskipun mereka harus membayar dengan cukup mahal. Aku pun sempat mengikuti pelatihan-pelatihan itu. Saya tidak tahu dengan pasti berapa persen dari peserta pelatihan yang akhirnya terjun bener ke bisnis etanol.

Ada satu hal yang masih jadi masalah waktu itu dan belum diselesaikan dengan baik, yaitu masalah limbah pabrik bioetanol. Dalam skala UKM dan pabrik besar, para pembicara selalu menyarankan metode-metode pengolahan limbah yang konvensional. Mereka menyarankan untuk membuat fasilitas IPAL (instalasi pengolahan air limbah) sebelum limbah dibuang ke sungai.
Read the rest of this entry »

Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Bioetanol

Industri bioetanol atau etanol diperkirakan akan terus berkembang di masa-masa yang akan datang. Etanol memiliki beragam manfaat, seperti pelarut dan bahan bakar (biofuel). Etanol dimanfaatkan oleh berbagai macam industri, misalnya: industri farmasi, makanan, minuman, oleokimia, dan lain-lain. Pertumbuhan permintaan etanol cenderung meningkat.
Read the rest of this entry »

Protected: Fermentasi Etanol 48 jam

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Posted in bioethanol, biofuel. Tags: , , , , . Enter your password to view comments

Kolom Distilasi Kapasitas 200L/hari

distilasi200L04

Gambar di atas adalah kolom distilasi dengan kapasitas 200L/hari. Saya sudah sering melihat kolom distilasi semacam ini. Tetapi menurut saya kolom ini adalah salah satu kolom terbaik yang pernah aku lihat. Yang membuat aku terkesan adalah biaya pembuatannya yang relatif murah. Sangat jauh lebih murah dari pada alat distilasi yang ditawarkan di iklan-iklan majalah pertanian. Orang yang mendesainnya memang sudah banyak makan asam garamnya peretanolan. Tidak hanya jualan semata atau textbook aja.
Read the rest of this entry »

Mengukur Kadar Bioetanol

alkohol_meterMengukur kadar bioetanol dalam cairan fermentasi adalah salah satu hal penting yang harus kita ketahui, jika kita ingin membuat bioetanol. Ada banyak cara untuk mengukur bioetanol. Mulai dari cara yang paling mudah, rumit, dan paling canggih. Setiap metode pengukuran memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Beberapa metode itu adalah analisis dengan GC (Gas Chromatography), HPLC (High Performance Liquid Chromatography), metode enzym, dan hydrometer. Tiga metode yang pertama sangat sensitif, dapat mengukur kadar bioethanol dalam konsentrasi yang sangat rendah, tetapi juga lebih rumit dan mahal. Metode enzym relatif lebih mudah dan murah dibandingkan dengan metode GC atah HPLC. Saat ini tersedia beberapa produk enzym kit untuk mengukur bioetanol. Tetapi metode ini masih cukup mahal untuk ukuran UKM atau rumahan. Metode terakhir adalah metode yang paling mudah, murah, tetapi juga kurang teliti. Meskipun begitu untuk ukuran UKM atau rumahan rasanya sudah cukup memadai.
Read the rest of this entry »

Cara Mudah Melihat Kemurnian Bioetanol

Lapisan antara air dan bensin+etanol

Kemurnian bioetanol ini sangat penting, terutama bila bioetanol akan digunakan sebagai bahan bakar pencampur bensin. Kandungan air dalam bahan bakar akan merusak mesin. Ada cara yang sangat mudah untuk melihat kemurnian biotenol dengan memanfaatkan karakteristik yang khas dari biotenol ini.

Bioetanol memiliki ciri yang sangat khas. Bioetanol murni dapat bercampur dengan air. Campuran antara bietanol dengan air tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang. Hebatnya lagi bioetanol murni juga bisa bercampur dengan bensin. Dan campurannya juga tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang. Tetapi yang lebih menarik lagi adalah bensin tidak bisa dicampur dengan air. Campuran antara bensin dengan air akan membentuk dua lapisan. Lapisan yang bawah adalah air dan lapiran yang atas adalah bensin. Karakteristik ini dapat digunakan untuk melihat kemurnian bioetanol.
Read the rest of this entry »

Membuat Bioethanol Sendiri di Rumah

Bioethanol yang dicampurkan dengan bensin sudah terbukti dapat meningkatkan nilai oktan bensin. Pencampuran bioethanol 10% saja dengan bensin nilai oktannya hampir sama dengan pertamax. Maanfaat bioethanol tidak hanya itu saja, ada banyak manfaat lain, seperti: pembakaran menjadi lebih sempurna, lebih irit, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Kalau anda penasaran dan ingin mencoba bioethanol bisa membuat sendiri lho.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bioethanol terutama adalah bahan-bahan yang banyak mengandung gula. Pilihan bahan yang bisa dipakai:
Read the rest of this entry »

Membuat Bioetanol dari Gula Pasir

Jika anda kesulitasn mendapatkan tetes/molasses, bioetanol dapat juga dibuat dengan menggunakan gula pasir. Proses pembuatan bioetanol dari gula pasir pada prinsipnya sama dengan pembuatan bioetanol dari tetes tebu (lihat di sini). Yang perlu diperhatikan adalah kadar gulanya kurang lebih 14%. Jadi untuk setiap 1 kg gula pasir dapat ditambahkan kurang lebih 7.1 liter air.
Bahan-bahan lain yang bisa dibuat bioetanol antara lain adalah: nira tebu (air perasan tebu), nira sorgum manis (air perasan batang sorgum manis), nira kelapa (badeg), nira aren, madu, dan lain-lain.

Membuat Bioetanol dari Tetes

Cara paling mudah membuat bioetanol adalah dengan bahan yang banyak mengandung gula, contohnya adalah tetes tebu atau molases. Tetes tebu merupakan produk samping dari pabrik tebu yang memiliki kadar gula sangat tinggi (>50%). Pembuatan bioetanol dari tetes tebu hanya melewati dua tahap utama saja.
Tahapan Bioethanol dari Tetes
Gambar 1. Tahapah utama pembuatan bioetanol dari tetes tebu
Read the rest of this entry »