Informasi jika Anda tertarik untuk membeli Promi atau Promo
Untuk sementara ini Promo dan Promi bisa diperoleh di
Koperasi Karyawan “Puspa Kencana” BPBPI
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Jl. Tama Kencana No. 1, Bogor
Telp. 0251 – 8327449
Fax. 0251 – 8328516
Bisa menghubungi:
Agus Purwantara
Isroi
Dian El Arief
Edo 08569832684 (Bagian Pemasaran/Penjualan)
Afini 081510362950
Bank JABAR BANTEN Cabang Bogor
Rek. No. 0130010080983
a.n. Koperasi Karyawan Puspa Kencana BPBPI
Harga Promi Rp. 17.050/kg frangko Bogor (kemasan 1 kg)
Harga Promo Rp. 33.000/liter frangko Bogor
Jika akan dikirim + ongkos kirim.

















October 16, 2008 at 3:32 pm
saya ingin memesan Promi 1 kg dan promo satu liter. Berapa biayanya termasuk ongkos kirim ke cirebon.Selain bank jabar apakah ada no rekening lain??BCA?
October 24, 2008 at 3:01 am
Saya tergolong baru mengerti tentang hydrolsis celulose, menurut saya teknologi hidrolisa selulosa adalah teknologi yang sangat luar biasa kalau kelak dapat dipakai secara komersial….
Saya hanya ingin menyampaikan (mungkin juga sudah ada yang tau) tentang dua paper yang dipublished oleh Angewandte Chemie International baru2 ini tentang depolimerisasi selulosa dengan katalis asam heterogen (amberlyst) dalam larutan berionik (ionic solution)…Menurut saya artikel ini merupakan terobosan pd kasus hydrolisa selulosa. Dengan adanya katalis dan pelarutan dalam larutan berionik dapat mencegah penggunaan ‘harsh condition” seperti pengunaan larutan asam dalam konsentrasi rendah dan suhu operasi yang tinggi.
November 13, 2008 at 10:00 am
Pak,apakah pupuk promo/promi bisa dipakai utk pengolahan tanah yg tandus ?dan apakah sdh ada distributor di daerah sumut?
December 15, 2008 at 1:55 am
pak,apakah promi atau promobisa dipakai untuk pengomposan yang dilakukan di dalam tanah (bak pengomposan dilakukan di dalam tanah sedalam 1.5 m. Bagaimana cara pemesanannya dan cara pembayaran promi atau promo tsb?Apakah ada bank lainnnya?
December 15, 2008 at 2:40 pm
Promi digunakan untuk aktivator pengomposan, sedangkan Promo adalah pupuk organik. Jadi promo yang digunakan untuk pengomposan. Pengomposan dengan Promi adalah pengomposan aerobik, akan lebih baik jika dilakukan di atas tanah. Pengomposan di dalam tanah cenderung anaerob atau mikroaerofilik (hanya ada sedikit oksigen). Proses pengomposan berlangsung lebih lama daripada pengomposan aerobik. Untuk informasi Promi atau promi silahkan lihat di sini: http://isroi.wordpress.com/promi/ . Semoga membantu.
isroi
December 15, 2008 at 6:13 am
pak, numpang tanyain ke pak Wibik, berapa harga promi per kg, untuk pranko Palangkaraya, dan apakah ada perbedaan harga yang cukup besar antara kemasan kecil dan kemasan besar
saya segera membutuhkannya,…
steven
December 17, 2008 at 1:37 am
Siang pak,…
mohon informasinya, berapa banyak penyusutan kompos setelah matang (dengan memakai promi) dibandingkan dari awal (bahan hijau)?
kami perlu untuk data budget pengeluaran pembelian promi, karena kebutuhan kompos kami sangat besar
thanks
steven
December 18, 2008 at 4:31 am
Rendemen komposnya kurang lebih 50-60%. Jadi dari 1 ton bahan bisa dihasilkan 0.5-0.6 ton kompos. Untuk jerami biasanya 50% sedangkan kalau untuk TKKS biasanya 60%. Kalau bahannya lunak dan banyak mengandung air, rendemennya semakin rendah. Semoga membantu.
December 30, 2008 at 11:40 am
Mas kalau promi untuk kotoran sapi, apa sama aplikasinya pada jerami? Berapa dosisnya promo untuk tanaman padi? Di BPBPI apa sudah membuat pestisida organik? Apakah mas pernah mendengar/tahu tanaman untuk menyimpan air tanah, sehingga pada musim kemarau tidak kering? Soalnya di daerah saya pada musim kemarau tidak bisa menanam, apalagi padi. Terimakasih.
December 31, 2008 at 4:23 am
aplikasi promi untuk kotoran sapi sedikit berbeda dengan jerami. Karena kotoran sapi bentuknya seperti bubur, aplikasi promi tanpa pengenceran, atau diencerkan dengan tanah/pasir. Setelah itu ditaburkan secara berlapis-lapis atau diaduk agar tercampur merata. Coba lihat di link berikut ini:
http://isroi.wordpress.com/2008/03/03/pengalaman-promi-4/
January 3, 2009 at 4:12 pm
wah aku pingin beli tapi promo gak bs kirim via udara dong mas…., promo akan bnyk membantu kawan2 petani sawit krn ppk mahal harga sawit ancurrrr
January 5, 2009 at 3:58 am
Memang itu salah satu kendala aplikasi Promo di kebun sawit. Tetapi kalau kebutuhannya cukup besar bisa dikirim melalui darat atau laut dengan expedisi truk. Ada cara yang lebih simpel, yaitu dengan memanfaatkan tankos yang melimpah di pabrik. Tankos diinokulasi dengan Promi, kalau di pabrik bisa menggunakan automatic sprayer. Tankos ini bisa dibuat kompos dulu atau langsung dijadikan mulsa di piringan sawit. Cara ini lebih simpel dan lebih murah. Memang mungkin hasilnya baru bisa dirasakan pada musin panen berikutnya.
Silahkan lihat di sini:
http://isroi.wordpress.com/2008/12/11/pemanfaatan-tkks-untuk-kompospupuk-organik-di-kebun-sawit/
Semoga bermanfaat.
January 13, 2009 at 12:12 pm
Salam,
Saya dari Malaysia, apa PROMI tidak menghadapi masalah jika melalui mesin x-ray di airport? Maksud saya kemungkinan funginya akan mati.
January 14, 2009 at 6:24 am
Salam juga,
Promi pernah dikirim ke Malaysia, Kelantan, dan sejauh ini belum ada masalah. Sinar X-ray tidak terlalu kuat dan cuma sebentar, jadi tidak akan membunuh fungi.
January 17, 2009 at 5:30 am
Mas, untuk pembuatan kompos pakai promi, kalau airnya pakai air hujan apa bisa, biar irit? Kalau bekas “dangkel” kacang tanah dicampur dalam pembuatan kompos, apa hara N
masih ada? Sehingga memperkaya komposnya. Untuk penyemprotan padi pakai Promo waktunya sampai kapan, apa dari mulai habis tanam sampai padinya “njebul” atau gimana? Terimakasih.
January 19, 2009 at 6:22 am
Pake air apa saja bisa. Asalkan jangan pake air yang baracun, misalnya limbah industri B3. Di kebun sawit pembuatan kompos pake air limbah pabrik kelapa sawit, justru bagus sekali hasilnya.
Pemakain promo sampai masak susu, jadi kira-kira sebulan atau satu setengah bulan sebelum panen.
isroi
January 19, 2009 at 10:00 am
Mas saya sudah membuat kompos pake promi sudah 3 hari, saya pake penutup dari terpal seperti karung pupuk kimia itu lho, kok di bagian luar terpalnya ada airnya seperti embun, apa itu wajar/bermasalah? Kalau promi langsung dipake untuk tanaman apa mikroba pelapuknya tidak mengganggu tanaman? Rencana saya mau pake promo+promi untuk memupuk semaian/benih padi apa bagus ya mas? Terimakasih
January 21, 2009 at 3:49 am
Air yang mengembun itu karena ada pemanasan dari dalam. Proses dekomposisi aerobik memang menghasilkan uap air. Tidak apa-apa. Untuk pembibitan saya sarankan pake Promo saja. Benih sebelum disebar direndam sebentar dengan Promo. Kemudian setiap dua minggu sekali disemprot pake Promo juga. Sebelum di tanam akar bibit padinya juga direndam dulu pake Promo. Promi digunakan untuk membuat kompos jerami. Sebenarnya Promi bisa saja dipakai langsung. Bakteri dekomposer tidak mengganggu pertumbuhan tanaman/padi, karena mikroba ini adalah mikrob saprofit. Semoga bermanfaat dan semoga berhasil menanam padi organiknya.
January 20, 2009 at 10:54 am
Mas, bikin kantor pemasaran cabang di medan dong. Kita mau beli kiloan. Kalau pesan ke bogor eh malah lebih mahal ongkos kirimnya. Ingin mencoba promo untuk pengurai kotoran ternak (kambing, sapi atau ayam) sebelum ditebar, karena selama ini kami tabur langsung tanpa permentasi. Asumsi kami bahwa, ditebar langsung lebih cepat kerjanya dan tidak buang-buang waktu, padahal kami tidak pernah memperhitungkan efektifitasnya.
Untuk coba-coba, aku mau beli 5 kilo, bagaimana caranya mas?
January 21, 2009 at 3:37 am
Sekali lagi saya tidak mengangani pembelian, jadi bagi siapa saja yang tertarik untuk membeli coba lihat di link berikut ini:
http://isroi.wordpress.com/promi
January 29, 2009 at 3:26 pm
apa kabar.
Saya ingin membeli Promi
Alamat saya di Melaka, Malaysia.
Tolong beritahu agaimana. Berapa ongkosnya.
Ada tak wakil di sini.
Terima kasih.
February 11, 2009 at 4:45 am
siang, Dr.Isroi klo aplikasi promi untuk kotoran sapi spya prosesny singkat tdk terlalu lama wktunya 3-4 mggu, proses apakah yg bs mempersingkat proses pematangan pupuk tsb ? dlm pengalaman-promi-4 itu bs d golongkan dlm proses an-aerob bkn pak ? selain menggunanakn di tutup plastik apakah bs d pakai dlam satu wadah yg di tutup rapat? oia satu lagi apakah aplikasi promi bs dpakai ke kotoran kambing,ayam ?
February 11, 2009 at 1:07 pm
Pengalaman yang di posting Pengalaman Promi 4 dilakukan dalam waktu sekitar tiga minggu. Kalau lebih cepat lagi saya belum bisa.
Prosesnya areob meskipun ditutup, karena mikrobanya adalah mikroba aerob. Kalau anaerob akan muncul biogas/metan.
Kalau dimasukkan bak atau reaktor tertutup akan menjadi fermentasi anaerob dan akan muncul biogas juga.
Promi pernah dipakai untuk kotoran kambing oleh patani di Kroya, cilacap dan menurut mereka cukup berhasil dibandingkan dengan menggunakan aktivator lain.
Semoga bermanfaat.
February 20, 2009 at 3:47 am
Assalamu’alaikum,
Salam kenal, Mas Isroi saya tertarik dan kepingin sekali membantu dan mencoba sendiri untuk membuat kompos dari jerami yang utamanya saya pengen nantinya untuk mensharing kepada para petani di kampung saya yang sering sekali saya diskusi bersama mereka tentang pertanian sekitar problem dan kendala yang selama ini mereka sering keluhkan kepada saya.
Intinya saya pengen memberi solusi terutama dalam benak saya gimana temen saya ini bisa merubah padigma/problem tani, baik terutama bagaiman meningkatkan hasil panen dengan efisiensi biaya, maka saya mengajak/membantu mereka untuk sedikit demi sedikit mengunakan pupuk organik terutama kompos jerami/pupuk organik yang insyaalloh produksi sendiri dari kompos jerami di sawh mereka yang selam ini hanya jadi sampah tak berarti juga sebagai real answer good solution .
Untuk itu sama mohon bantuan pencerahan serta support dari Mas Isroi dkk, sekaligus mau coba bikin kompos (trial) nanti saya share dan aplikasikan kepada teman.
Pendek kata saya mau beli promi tersebut berapa harga dan ongkos kirim ke Jakarta.
Sekian atas perhatian dan kerja samanya saya haturkan banyak terima kasih.
Wasalam,
@hmad
March 12, 2009 at 6:02 am
salam hormat,
Saya sedang mendapat tugas pembuatan pupuk organik dari dedaunan kering, yang ada di sekitar kampus saya,saya minta saran dari mas,tentang,
1.Jikalau saya membuatnya penempatannya dengan membuat timbunan di tanah (saya buat lubang 1×1x1) apakah bisa?
2.apakah BPBPI menjual selain aktivator selain promi?
3. Apakah aktivator promi dapat digunakan untuk anaerob dan aerob?
4. Perlu berapa banyak promi yang saya harus gunakan untuk pembuatan pupuk organik ini?
Terima kasih atas perhatiannya….
March 13, 2009 at 1:28 am
Beberapa saran untuk pengomposan daun-daun kering.
1. Daun atau seresah yang lain sebenarnya sangat mudah dibuat kompos dibandingkan dengan bahan-bahan lainnya seperti batang atau ranting. Ada banyak cara pembuatan kompos selain yang saya tuliskan di blog ini. Salah satunya cara penimbunan. Cara penimbunan lebih cenderung pada proses pengomposan anaerob dan prosesnya berlangsung cukup lama. Lebih lama dari cara aerob. Kalau saran saya untuk sampah daun sebaiknya tidak ditimbun, tetapi dibuat gundukan di atas tanah (windraw). Asal dijaga kondisi yang optimum (kelembaban, dll) proses pengomposan akan berlangsung, meskipun tanpa diberi aktivator.
2. BPBPI memiliki beberapa aktivator pengomposan (dekomposer) yaitu: Promi, ActiComp & ActiComp Plus, OrgaDed, dan SuperDec. Silahkan ditanyakan ke bagian penjualan di link berikut ini: http://isroi.wordpress.com/promi/. Di pasaran juga ada banyak-banyak sekali aktivator pengomposan, bisa dipilih dan dicari sendiri.
3. Aktivator Promi hanya untuk pengomposan aerob dan termofilik (suhu tinggi).
4. Dosis promi adalah 1 kg untuk 1 – 2 ton bahan baku. Kalau untuk daun mungkin bisa 2 ton bahan. Hasilnya kurang lebih 50% kompos atau separonya. Jadi kalau buat 2 ton bisa dapat 1 ton kompos basah. Kompos kering untuk pupuk organik (kadar air sekitar 15%), ya..jadinya sekitar 400 – 500 kg. Bisa dihitung sendiri.
Semoga membantu.
isroi
March 17, 2009 at 10:14 am
tetapi jika saya tetap menjalankan secara anaerob , apakah promi masih bisa digunakan?lalu dekomposer lainnya seperti EM4,orgadec,akticom termasuk anaerob atau aerob?bagaimana sebaiknya metode dan dekomposer yang saya gunakan ??karena saya akan membauat 3 model pembuatan
1. model 1, tanpa dekomposer
2. model 2 dan 3 menggunakan dekomposer jenis yang berbeda.
Bersama kelompok sayajuga sedang mencari metode yang terbaik untuk ketiga model tersebut.
terima kasih.
March 18, 2009 at 1:15 am
Seperti yang saya sampaikan, mikroba di Promi, Orgadec dan Acticom adalah mikroba aerob. Jadi tidak bisa digunakan dalam proses anaerob.
Semoga membantu.
isroi
March 22, 2009 at 6:49 am
terima kasih,sy baru membaca ulasan anda mengenai PROMI.dihalama berikut
April 7, 2009 at 4:18 pm
Salam,
Saya sudah coba mengomposkan daun dan rumput dengan PROMI. yang jadi masalah karung plastik di gigit tikus. Apakah saya bisa memakai komposter plastik dimana lubang udaranya hanya terletak di dua sisi bagian atas dengan diameter 2 inchi ?.
Atas perhatiannya banyak terima kasih
April 8, 2009 at 2:40 am
Lubang udara memang diletakkan di bagian bawah, karena bagian ini yang biasanya kurang udara. Kalau masalahnya tikus memang agak sulit. Salah satu alternatifnya adalah dengan menutup kompos dengan daun-daun. Cara ini memang bisa dilakukan, tetapi akibatnya bagian luar tidak akan terkomposkan dengan baik. Saya akan coba pikir juga cara lain yang lebih baik untuk mengatasi masalah tikus ini.
April 9, 2009 at 5:33 pm
Apakabar mas? Saya ingin tanya lagi..
1. Di pengalaman-promi-4 itu berapa dosis promi dalam pengomposan kotoran sapi?
2. Di bawah hasil kompos jerami dgn promi ditemukan koloni rayap. Khawatir menimbulkan problem lain di konstruksi bangunan, rayap ini akan diberantas dengan furadan. Apakah furadan itu akan menurunkan kualitas komposnya?
Tksh, salam,
April 9, 2009 at 11:25 pm
Kabar baik. Alhamdulillah.
1. Untuk kotoran sapi dosisnya sama saja, untuk 1 – 2 m3 diberi Promi 0.5 kg. Tetapi tanpa pengenceran air. Kalau ada ditambah bahan-bahan yang bisa mengurangi kadar air dalam kotoran sapi. Sisa-sisa pakan sapi bisa ditambahkan.
2. Koloni rayap ada mungkin karena suhu dibagian bawah tidak tinggi. Kalau suhu tinggi, biasanya tidak ada rayap. Atau mungkin di tanah yang kering yang biasanya ada rayap. Kalau di sawah tidak pernah saya temukan ada rayap. Justru ada yang bermasalah dengan tikus. Furadan kan juga antibiotik, kalau dicampurkan semua, jelas berpengaruh terhadap Prominya. Saran saya, dilakukan pembalikan saja, terutama dibagian yang ada rayapnya. Kalau terlihat kering ditambahkan air secukupnya.
Semoga bermanfaat.
April 16, 2009 at 5:11 am
Mohon penjelasan apa bedanya Promi dan Promo ?
May 23, 2009 at 8:30 am
alhamdulillah jazakallahu ahsanal jaza’ amin
May 23, 2009 at 8:33 am
kalo di tuban untuk dapat promi menghubungi siapa Mas !
May 23, 2009 at 1:25 pm
Saya tidak mengurusi penjualan promi, jadi silahkan lihat di link ini:
http://isroi.wordpress.com/promi/
Di dalamnya ada nomor kontaknya, silahkan hubungi Pak Dian atau Pak Edo. Mereka yang di bagian penjualan.
Semoga membantu.
June 6, 2009 at 3:04 pm
mas, apakar PROMI dapat dipakai sebagai aktivator dalam pengolahan urine? saat ini saya sedang melakukan pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair dan mengalami kesulitan menemukan bahan aktivator yang berkualitas, pada awalnya saya menggunakan BIO TANI AGROTEK dan DEXTRANT produk dari PT. NUSA INDO AGROPERSADA tapi saat ini saya kesulitan untuk mendapatkannya.
June 19, 2009 at 7:11 am
salam kenal mas isroi, mas kuncoro…
mgkn saya bisa bantu kebutuhan mas kuncoro,
saya punya bahan organik yang bisa digunakan utk mengolah feses & urine sapi menjadi poc maupun kompos
andy
June 8, 2009 at 5:39 am
Sebetulnya saya pingin jual promi diwilayah yogya dan sekitarnya, dan saya punya pemikiran untuk membuatjaringan dengan teman seperti di yogya sendiri ada 3 lokasi (sleman 1,bantul 2,) klaten 3 lokasi dan sukoharjo 1 lokasi. Bagaimana seandainya Balai/Koperasi membuat standar harga juga jaringan tersebut dimanfaatkan oleh Balai/Koperasi agen oleh yang memerlukan promi tersebut. Sebagai perintis akan mempromosikan melalui berbagai media meliputi penyuluhan maupun spanduk dll.
June 8, 2009 at 5:41 pm
Coba hubungi nama kontak di alamat yang di link berikut ini:
http://isroi.wordpress.com/promi/
June 19, 2009 at 2:17 am
Yth. Mas Isroi
Tolong dikoreksi harga yang berlaku saat ini untuk produk PROMI adalah Rp 17.050,-/kg loko Bogor. Selanjutnya Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan, juga mempunyai dekomposer lain seperti OrgaDec (decomposer untuk tandan kosong kelapa sawit dan limbah organik lainnya) dengan harga Rp 6.600,-/kg loko Bogor (perintis), Bioteks Rp 6.600,-/kg loko Bogor, Sludec (decomposer untuk limbah kertas) Rp 16.500,-/kg loko Bogor, dan Acticomp Rp 22.000,-/kg loko Bogor.
Terima kasih.
Salam,
Muhammad Afini 0815-1036-2950
Direct e-mail : komers@ibriec.org
YM : komersial
June 24, 2009 at 9:47 am
saya ingin memesan Promi 1 kg dan promo satu liter. Berapa biayanya termasuk ongkos kirim ke pekanbaru ( Riau ).Selain bank jabar apakah ada no rekening Bank lain??
June 25, 2009 at 1:26 am
Untuk pemesanan promi silahkan hubungi langsung ke email: komers@ibriec.org
July 13, 2009 at 12:04 pm
salam, jika jerami tang telah di kasih promi terkena air hujan dan becek. apakah reaksinya pak.
July 13, 2009 at 1:50 pm
Jarang sekali terlalu basah, yang umum adalah kekeringan. Kalau basah sekali sampai dalam-dalamnya akan terjadi fermentasi anaerob. Kalau terjadinya di awal-awal pengomposan, kompos akan bau sekali.
July 24, 2009 at 10:13 pm
pak,adakah yang jualpromi diriau?
July 24, 2009 at 10:16 pm
pak kalau kami membeli dari jawa harganya jadi mahal, sementara satu karung kompos dijual dengan harga 12.000, jadi adakah bapak punya distirbutur sendiri di pekanbaru?
July 25, 2009 at 7:01 am
Saya tidak mengurusi penjualan, jadi silahkan ditanyakan ke CP di atas. Menghitungnya begini:
Misalkan: harga Promi sampai di Riau Rp. 25.000/kg (perkiraan paling mahal). 1 kg untuk 1 ton, rendemennya 50%. Jadi dalam satu kg kompos biaya dekomposernya adalah rp.50/kg. Andaikan satu karung ada 25 kg. Jadi satu karung ongkos biodekomposernya hanya rp. 1.250. Silahkan dihitung sendiri apakah ekonomis atau tidak.
July 27, 2009 at 8:29 am
tolong saya dong.saya di timor-leste.sering juga ke Kupang NTT.saya mautanya.kalau di Kupang saya mau beli Promi di mana.rencananya saya mau coba.pengomposan pakai kulit kopi.ok ku tunggu.makasih.
July 31, 2009 at 12:23 am
helo rekan-rekan dimanapun berada,tolong saya dong,terutama di Kupang NTT.rencana aku mau buat kompos pakai Promi,kalau di Kupang ada nggak,agen PROMI,sebab saya tinggal di Timor Leste,k mksh.adrianus@landolakes timor-leste.net.
August 3, 2009 at 1:16 pm
mas, jika aku pesan promi dan promo per kemasan..aku ingin mencoba produknya..serius..posisi di grobogan jateng
August 3, 2009 at 3:12 pm
Sekali lagi, mohon maaf, untuk pembelian promi silahkan hubungi langsung ke kontak yang tertera di atas. Terima kasih.
August 5, 2009 at 8:17 am
Siang Pak Isroi,
Terimaksih atas ilustrasi biaya dekomposernya (ref 25 Jul 2009). Kebetulan saya memerlukannya.
Ceritanya, melihat tumpukan jerami yang hanya dibakar atau diangkut orang entah kemana, saya sampaikan ide tentang Promi kepada seorang pimpinan masyarakat desa kami (Berkoh, Purwokerto). Tampaknya mereka tertarik dan minta saya mempresentasikan Promi lebih detail dalam pertemuan kelompok tani di kampung sini, 16 Ags yad.
Saya tidak punya bahan apapun dan dgn ini saya mohon ijin memprint informasi tentang Promi dan dwnload video pembuatan kompos jerami dari blog ini untuk materi presentasi dimaksud. Terimaksih sebelumnya.
Selain itu, salah satu alasan mengapa petani lebih suka membakar sampah jerami itu adalah agar dapat memusnahkan telur keong emas pengganggu tanaman padi mereka. Sekiranya ada input mas Isroi tentang alasan itu, akan saya teruskan kepada mereka.
Tksh, salam..
August 18, 2009 at 7:35 am
pak isroi yth. saya mau tanya aplikasi promo dan promi pd tanaman kedelai bagai mana? agar mendapatkan hasil panen yg maksimal.trima ksh ..
August 19, 2009 at 1:50 pm
Promi digunakan untuk membuat kompos yang akan dipakai sebagai pupuk organik. Tentang cara pembuatan kompos silahkan lihat sendiri di posting lainnya. Silahkan gunakan fasilitas pencarian blog ini. Sedangkan aplikasi Promo dilakukan dengan cara disemprotkan. Promo digunakan untuk merendam bibit sebelum persemaian. Selama persemaian bisa disemprot 2 minggu sekali. Selanjutnya setelah tanaman mulai besar, penyemprotan dilakukan 2 atau 3 minggu sekali. Semoga bermanfaat.
August 20, 2009 at 7:03 am
Saya ingin membeli promo sebanyak 5 kilo, alamat saya
Selangor, Malaysia.
Tolong berikan jumlah ongkosnya termasuk penghantaran.
August 20, 2009 at 7:06 am
Maaf pak promi bukan promo
August 23, 2009 at 11:47 am
pak isroi saya petani dr blora saya mau buat kompos dr ktoran sapi dng promi yg saya mau tanyakan . 1 apakah pengomposan harus dalam ruangan? bisa tdk langsung disawah ? 2 .apakah alas pengomposan harus dr semen atau plastik? trima kasih pak.
August 23, 2009 at 3:19 pm
Pengomposan bisa saja di ruangan/ditempat yang dinaungi. Tidak harus di sawah. Dan alasnya tidak harus disemen atau gali seperti membua lubang. Caranya sangat sederhana sekali seperti yang di posting tentang pengomposan limbah sapi. Coba cari dengan keyword: sapi promi kompos.
September 1, 2009 at 5:00 am
saya mau coba buat kompos dari kulit yang pertama dan yang kedua dari kulit kopi.pakai promi.apa bisa kirimkan.ke timor-leste.dengan harga nya berapa plus ongkos.kirimnya kesini.ok makasih
September 1, 2009 at 7:38 am
Silahkan kontak langsung ke bagian penjualan yang ada di atas. Mohon maaf saya tidak menangani penjualan dan blog ini hanya untuk informasi dan support. Terima kasih.
September 15, 2009 at 11:09 am
setelah kita melakukan proses pengomposan dan komposnya sudah jadi, lalu nama apa yang tepat untuk kompos tersebut ? ada orang bilang pupuk organik… ada bilang kompos bio aktif, apakah nama ini ada kaitannya dengan pajak bila diperdagangkan?
September 15, 2009 at 5:11 pm
Kompos adalah salah satu bentuk pupuk organik. Nama umumnya tetap kompos. Kalau diolah bisa menjadi pupuk organik. Nama kompos bioaktif kalau tidak salah dipopulerkan oleh Dr. Didiek HG sekitar akhir tahun 1990-an. Nama itu diberikan karena masih ada mikroba yang aktif/bermanfaat di dalam kompos yang sudah jadi. Nama kompos bioaktif ini memang melekat dengan BPBPI, rasanya belum ada pihak lain yang menggunakannya. Saya tidak tahu apakah ada aspek HaKI untuk nama kompos bioaktif ini. Coba ditanyakan langsng ke BPBPI. Semoga membantu.
October 20, 2009 at 7:24 am
as. p asroi, saya mo menanyakan :
1. Pemakaian promi pada TKKS tersebut apa terlebih dahulu harus dicampur dengan air dengan konposisi perbandingan berapa??
2. Ada jawaban Bpk yg menyatakan bahwa limbah cair di PKS sangat bagus untuk proses pengomposan TKKS, penggunaan limbah yg mana yg dapat dipergunakan untuk pengomposan TTKS apakah limbah yg sudah dilakukan pencampuran dengan bakteri an-aerob atau limbah yg belum diberi bakteri dan berapa perbandingannya.
Dan apakah TTKS yg sudah diberi limbah cair tersebut masih diberi promi
Makasih atas perhatiannya.wass
October 20, 2009 at 4:46 pm
Asslamu’alaikum wr wb.
1. Ya, untuk pengomposan TKKS Promi dicairkan terlebih dahulu dengan air secukupnya. Untuk satu ton TKKS biasanya kami menambahkan sebanyak kurang lebih 500-600L air. Kalau TKKS-nya kering, air yang diperlukan semakin banyak.
2. Jika lokasi pengomposan tidak jauh dari kolam limbah, penambahan limbah cair cukup baik untuk pengomposan. Penambahan limbah cair dilakukan sebelum penambahan Promi. Limbah cair yang biasa digunakan yang pHnya mendekati netral. Coba cek di kolam mana yang pHnya mendekati netral.
Wasslamu’alaikum wr wb.
October 22, 2009 at 2:16 am
Assalamualaikum..
Pa Isro’i yth, seandainya seluruh jerami di lahan sawah (1 ha)dibuat kompos, di lahan tersebut dihasilkan 5,5 ton gabah kering panen, apakah akan dihasilkan kurang lebih 4 ton kompos. dan seandainya seluruh kompos diaplikasihan ke lahan tersebut apakah masih memerlukan tambahan pupuk buatan, kalau masih memerlukan pupuk buatan, jenisnya apa saja dan jumlahnya berapa? trimakasih…
Wassalamu’alaikum wr wb.
October 22, 2009 at 3:58 am
Asslamu’alaikum wr wb.
Ada yang pernah menghitung kebutuhan kompos untuk 1 ha sawah, kurang lebih 21 ton. Tetapi menurut saya ini tidak rasional, hanya hitung-hitungan di atas kertas. Satu ha dengan hasil panen 5.5 gabah kering, jerami yang dihasilkan kurang lebih 15 ton. Dan kompos yang dihasilkan kurang lebih 7.5 ton (50%). Jadi masih kurang jika mengacu pada perhitungan di atas. Saran saya sebaiknya menggunakan bagan warna daun untuk menghitung kekurangan pupuk kimia yang diperlukan. Bagan warna daun ini bisa diperoleh di dinas-dinas pertanian setempat.
Semoga bermanfaat.
Wassalam.
October 28, 2009 at 5:34 am
slm,mas is,sy mau bikin kompos,tp bekas limbah jamur merang.gmn bs tdk,msh ada tdk kandungan2 unsur hara nya atau sdh hilang akibat di gas pk uap air mendidih,atau gmn??
October 28, 2009 at 2:03 pm
pak isroi…tapi kan bukannya bagian yang banyak lignin ada di daun ya, bukan di akar..
saya takutnya kalo di bagian akar banyak sekali kandungan airnya, sehingga pengeringan nya sulit pak…
Lalu waktu itu bapak bilang akarnya diekstrak…lho??bukannya alang2 tersebut yang saya bingungkan bagiannya kan dihidrolisis,,lalu kenapa bapak bilang diekstrak..itu bukannya beda jauh ya prosesnya??
Trus juga pak,,untuk tahap akhir kan didistilasi ya pak…Saya juga bingung,,ada yang mengatakan lebih baik untuk menghasilkan yield yang tinggi, lebih baik kita melakukan evaporasi..
Karena distilasi katanya terlalu rumit dan yield nya ?
Kenapa pembuatan bioethanol tidak dievap saja daripada didistilasi??
Untuk yang terakhir pak,,saya baca litelatur bahwa alang-alang jenis ’switcgrass’ yang bisa dijadikan bioethanol..lalu saya meneliti alang-alang (Imperata Cylindica) yang berada di sekitar palembang-sumsel,,apa itu bisa pak??
maaf ya pak banyak sekali pertanyaannya..
Tolong mohon penjelasannya ya pak..
dan ada tidak referensi literatur dari bapak tentang riset saya ini..
tolong balas ya pak..
November 22, 2009 at 3:58 am
pak isroi,
saya punya em yang saya dapat dari temen. saya coba biakkan dengan siput. dimana 2 liter em4 saya tambahkan 1/4 kg gula pasir dilarutkan, dan 1 kg daging siput sawah ditambah 25 liter air.
awalnya minggu pertama saya tidak tahan dengan bau siput yang menyengat. tapi tetap saya aduk ( kebetulan pakai ember ada tutupnya). sekarang memasuki minggu ke-2 telah terjadi permentasi yang makin sempurna. baunya berkurang 70% dan siputnya hancur kecuali bagian daging kerasnya belum.
pertanyaanya adalah. apakah em saya ini siap di gunakan atau harus menunggu siputnya hancur sempurna.
Rencananya em ini akan saya semprotkan ditanaman padi umur seminggu. mohon saran dan penyempurnaanya.
sebelumnya ini saya lakukan karena siput sudah menjadi hama di lingkungan sawah kami. terimakasih