Kebutuhan Bahan Organik Sangat Besar Sekali
Pemerintah berencana untuk memberikan subsidi pupuk organik granul (POG) pada petani. Jumlah POG yang disediakan pemerintah sangat besar sekali, kurang lebih 200 ribu ton atau 200 juta kilogram. Untuk memenuhi kebutuhan POG tersebut diperlukan bahan baku berupa bahan organik yang sangat besar. Selain itu juga diperlukan bahan-bahan tambahan lain seperti: fosfat alam, dolomit, kaptan, zeolit, arang, abu, dan mikroba.

Salah satu POG yang disubsidi pemerintah.
Sebagai contoh, andaikan bahan kompos yang diperlukan adalah 75% dari total POG maka dibutuhkan sekitar 150 ribu ton. Kadar air POG maksimal 15%, sedangkan kadar air kompos yang umum kurang lebih 55-60%. Jadi kebutuhan kompos curahnya kurang lebih 318,75 ribu ton.
Kompos dibuat dari bahan-bahan organik padat. Rendemen kompos dari bahan organik padat berkisar antara 50-60%. Apalagi kalau bahan bakunya lunak dan banyak air, rendemen kompos rendah sekali. Taruhlah rata-ratanya 50%, maka kebutuhan bahan organik padat untuk memenuhi kebutuhan kompos itu adalah dua kali lipat, yaitu: 637,5 ribu ton. Pertanyaan berikutnya adalah dari mana bahan-bahan organik ini diperoleh.
Kebutuhan ini merupaka peluang pasar yang sangat besar dan dapat menggerakkan ekonomi di masyarakat. Misalnya saja, penyediaan bahan baku bahan organik padat, aktivator pengomposan, peralatan dan mesin pupuk organik granul, transportasi dan distribusi, dan bahan-bahan tambahan lainnya.
Bahan baku kompos bisa diperoleh dari bermacam-macam bahan, misalnya kotoran ternak. Semua kotoran ternak bisa dibuat seperti: sapi, kambing, dan ayam. Sampah organik padat juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku. Pemda-pemda seharusnya bisa melihat peluang ini dan memanfaatkan TPA-nya untuk memproduksi kompos. Limbah-limbah agroindustri menghasilkan banyak limbah organik padat. Sebagai contoh: pabrik kelapa sawit, pabrik gula (PG), pabrik tahu, pabrik tapioka, pabrik jamu, dan pabrik yang mengolah kayu (limbah gergajian). Bahan organik juga bisa diperoleh dari sisa-sisa panen, seresah, daun-daun, dan lain-lain. Harga bahan baku kompos curah cukup murah, ya…mungkin sekitar Rp. 200 – 250/kg. Jadi nilai bahan baku yang diperlukan kurang lebih sebesar Rp. 79,68 milyar rupiah. Siapa yang mau ambil bagian ‘kue rejeki’ ini?
Aktivator dan bahan lain
Pembuatan kompos memerlukan aktivator pengomposan. Kebutuhan kompos ini juga membuka peluang usaha aktivator pengomposan. Umumnya dosis aktivator adalah 0,1%. Jadi kebutuhan aktivatornya kurang lebih 637,5 ton atau kilo liter. Misalnya harga aktivator rata-rata yang dipasaran adalah Rp. 20.000, maka nilai aktivatornya adalah Rp. 12,75 Milyar. Membuat aktivator kompos relatif mudah dan tidak mahal, namun harus tetap berkualitas.
Kebutuhan bahan-bahan tambahan memang tidak sebesar kebutuhan bahan baku utama (kompos). Namun demikian nilainya juga cukup lumayan. Fosfat alam cukup banyak ditemukan di Indonesia, meskipun kualitasnya sebagian besar hanya C, D, atau E. Fosfat alam ini umumnya dilakukan oleh penambang-penambang kecil. Kebutuhan POG ini bisa menggairahkan usaha penambang kecil ini. Demikian pula untuk penambang zeolit, kaptan, dan dolomit. Daerah-daerah pesisir selamat jawa, madura, dan sebagian daerah pesisi utara yang banyak tambang mineralnya akan menjadi bergairah.
Penyediaan Mesin-mesin POG
Pembuatan POG memerlukan banyak mesin-mesian. Mesin-mesin yang umum digunakan adalah: mesin penepung (crusher/hammer mill), mixer, granulator, dryer, dan ayakan. Kapasitas mesin juga bervariasi, tergantung pada besar kecilnya usaha POG. Di pabrik-pabrik kecil bisa dengan kapasitas 5-10 ton/hari. Sedangkan di pabrik sedang kira-kira 20 ton/hari.
Pengusaha-pengusaha yang mahir membuat mesin saya sarankan untuk semakin gencar menawarkan dan mengiklankan produk-produknya. Karena banyak orang yang mencari mesin-mesin ini.
***
Kue rejeki POG sangat mengiurkan. Asalkan tidak terjadi saling sikut, saling tendang, dan saling curang, kue ini bisa berkontribusi meningkatan ekonomi masyarakat. Ayoo…siapa yang berminat harus mulai siap-siap dari sekarang. Tunggu apa lagi.


















June 17, 2009 at 5:40 pm
kalo mau ikutan, gimana caranya ya.
melihat peluang yg disebutkan, saya sangat tertarik untuk ikut ambil bagian.
saya tertarik untuk ikut berproduksi POG nya, saya berharap diinformasikan langkah2 yang harus saya kerjakan.
terima kasih.
June 17, 2009 at 9:20 pm
Kalau Anda memang punya POG dalam jumlah cukup, rasanya akan ada broker-broker yang mencari Anda. Cuma perlu hati-hati dengan para broker ini.
June 18, 2009 at 9:56 am
apa memang harus lewat broker2. klo dimungkinkan kami lebih tertarik jika bisa langsung dengan pembeli, untuk itu mungkin ada kontak yang bisa saya hubungi. terima kasih.
June 20, 2009 at 9:21 am
[...] Kue Rejeki Pupuk Organik Granul (POG) « isroi [...]
June 21, 2009 at 2:36 pm
[...] Kue Rejeki Pupuk Organik Granul (POG) « isroi [...]
June 30, 2009 at 4:01 pm
Kebetulan kami sedang mengerjakan mesin untuk pembuatan POG,berikut dengan konsultasi Pengerjaan dan tenaga kerja,(perlu diketahui bahwa proses granulasi sedikit lebih rumit dibandingkan dengan proses yg lain).Mungkin seandainya anda berminat untuk mewujudkan keinginan anda,kami bisa membantu.
June 30, 2009 at 5:10 pm
Sedikit beda pendapat dengan Anda. Menurut saya membuat POG sangat mudah, dengan peralatan yang sederhana bisa dibuat POG. Memang ada beberapa komposisi bahan dan sedikit trik. Ini yang membedakan antara POG yang satu dengan POG yang lain.
October 26, 2009 at 2:19 am
Kami juga memproduksi POG (produksi sudah berjalan), namun ada kendala dalam hal pemasaran. Jika disampaikan diatas, bahwa kebutuhan POG sangat lah besar, mohon kiranya dapat diinformasikan mengenai pihak / petani yang membutuhkan POG tersebut. Atau pun jika ada saran mengenai trik pemasaran POG.
Demikian saya sampaikan, atas perhatian kami ucapkan terimakasih.
Lena
October 26, 2009 at 7:20 am
POG yang saya sebutkan di atas diadalah pesanan pemerintah melalui beberapa BUMN pupuk. Proses tendernya kalau tidak salah beberapa bulan yang lalu. Mungkin sekarang sudah mulai produksi dan mulai pengirimannya.
Tetapi saya sering mendapatkan keluhan dari beberapa petani yang kebetulan saya kenal, kalau POG-nya kualitasnya jelek sekali.
Untuk pemasaran bisa menghubungi perusahaan-perusahaan yang menang tender. Saya yakin mereka sangat membutuhkan POG-POG tersebut. Cuma masalah harga silahkan dinego sendiri.