
Gambar di atas adalah kolom distilasi dengan kapasitas 200L/hari. Saya sudah sering melihat kolom distilasi semacam ini. Tetapi menurut saya kolom ini adalah salah satu kolom terbaik yang pernah aku lihat. Yang membuat aku terkesan adalah biaya pembuatannya yang relatif murah. Sangat jauh lebih murah dari pada alat distilasi yang ditawarkan di iklan-iklan majalah pertanian. Orang yang mendesainnya memang sudah banyak makan asam garamnya peretanolan. Tidak hanya jualan semata atau textbook aja.




















June 25, 2009 at 8:02 pm
Salam kenal perdana. saya arif salah satu pendiri KSU koperasi wijaya prameswara pandaan-pasuruan. kami sangat tertarik pada pengembangan alat destilator yang bapak tunjukkan. bagaimana cara ,membuat alat tersebut dengan kapasitas output lumayan besar. kira-kira dana yang dibutuhkan berapa? kami mohon bantuan bapak untuk memberikan solusinya. atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.
July 6, 2009 at 8:02 am
Assalamu’alaykum. Maaf pak dimana saya bisa dapatkan/memesan untuk pembuatan alat destilasi ini? Bisakah dikirim penawaran? Ada no. contact yang bisa saya hubungi tidak ya? Saya tunggu responnya, bisa lewat email. Terimakasih
July 7, 2009 at 3:56 am
Akan segera saya upload speksifikasi. Untuk komunikasi bisa ke alamat email saya: isroi93@gmail.com.
July 9, 2009 at 12:50 am
Salam kenal pak, kreatif sekali dan 2 jempol buat bapak.
Inilah yg ditunggu tunggu buat anak2 bangsa.
August 1, 2009 at 8:01 am
Mas…tilpune piro? tak tilpun ae cekne jelas
aku kate nggawe perusahaan bio etanol sing genah,sing ora cuman riset2an…sing penting iso dadi duwik meneh
Sak pabrik regane piro lekne kapasitas 5ton/day (hasil)
trus sopo sing kate tuku…opo sampean gelem tuku hasile?
Cepetan..aku tak ndang dodol sawahe Bapakku
November 10, 2009 at 11:40 pm
pak Isroi,
saya sangat tertarik dengan bioethanol.
bolehkah saya diinformasikan spesifikasi distilasi ini beserta harganya ?
produk sampingnya bagaimana pak ? apakah bisa diolah atau dijual ?
salut buat bapak