Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 3

Mengapa Para Sampah Berkumpul


Baca ini dulu: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2

Sampah bermasalah karena mereka berkumpul. Pertanyaan berikutnya adalah KENAPA dan BAGAIMANA MEREKA BERKUMPUL. Yang paling bisa menjawabnya adalah para sampah-sampah itu sendiri. Andaikan mereka punya mulut, pasti akan mengatakannya dengan jujur. Atau andaikan kita mengerti bahasa mereka, kita pun akan tahu. Tetapi sayangnya, mereka tidak punya mulut untuk berbicara atau kita yang tidak bisa mengerti bahasa mereka.

Kita mulai dari sampah-sampah yang liar di mana-mana. Masyarakat kita memang suka membuang sampah sembarangan. Mereka ajarkan anak-anak mereka untuk membuang sampah di mana saja. Begitu barang yang dipegang berubah jadi ’sampah’, mereka langsung mencampakkan di mana saja. Andaikan muka mereka tak punya malu, mereka akan B A B juga di sembarang tempat.

Banyak pengalaman yang membuatku super jengkel. Pernah ada anak SD lewat depan rumah. Plastik bekas minuman POP ICE diputar-putar lalu dilembar sembarangan. Kontan saja aku jengkel. Pernah juga aku lihat ada orang yang buang sampah plastik di lubang-lubang selokan. Gemes banget aku melihatnya. Sering kalau aku pulang kerja, ada mobil mewah yang membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan. Rasanya aku ingin tabrak mobil mewah itu. Aku pernah kontrak rumah di dekat sungai kecil. Ada ibu-ibu yang sering membuang sampah di jembatan sungai itu. Aku pernah menegurnya, tetapi dia cuek saja dan selalu buang sampah di sungai itu. Andai aku punya kekuatan untuk menghentikannya. Banyak deh…contohnya, bisa menghabiskan space kalau diceritakan di sini.

Mereka yang awalnya berceceran. Kalau sedikit sih tidak akan jadi masalah. Lalu mereka diterbangkan angin atau hanyut terbawa air hujan. Yang tadinya bercerai berai, mulai berkumpul. Satu dua berkumpul, lalu menjadi banyak. Mereka berkumpul di selokan kecil, lalu ke saluran air, lalu ke dam-dam, lalu ke sungai-sungai. Tadinya sedikit lama-lama menjadi bukit. M A S A L A H.

Tetapi ada juga orang-orang bodoh yang sengaja mengumpulkan sampah-sampah ini dan menjadikannya M A S A L A H. Sampah-sampah yang tadinya berceceran, lalu dikumpulkan. Dari satu tong, jadi dua tong, lalu jadi satu gerobak, lalu jadi satu truk, lalu jadi satu bukit, lalu jadi gunung.

Ada sampah yang sejak dikeluarkan sudah jadi masalah. Karena jumlahnya yang sangat-sangat besar dan jelas jadi masalah. Apalagi kalau mereka dikumpulkan atau berkumpul dalam jumlah sangat besar, maka akan jadi SUPER MASALAH.

TO BE CONTINUED………NEVER ENDING STORY


Mengelola Sampah Warga


Link Terkait: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4

2 Responses to “Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 3”

  1. ifan musyarief Says:

    sy sdh upaya memotivasi warga untk dpt mengelola sampah warga, ada respon positip dan mau ikuti jejak spt d gunung batu yg sdh bisa kelola sampah utk jadi kompos. sy butuhkan mas isroi utk berikan penyuluhan.

  2. Makalah Tentang Kompos « isroi Says:

    [...] Mirror UGM: Kompos Kakao Baca juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian [...]

Leave a Reply